Welcome Guys

Kesehatan Ibu dan Anak KIA Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah web blog yang berisi kumpulan artikel informasi kesehatan ibu dan anak, penyakit, kehamilan, juga info kesehatan lainnya.
Diberdayakan oleh Blogger.

Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Sabtu, 01 Juni 2013 | 07.49

Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak
Anak Olahraga
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak - Pemenuhan nutrisi atau gizi seimbang pada anak Indonesia menduduki peringkat 121 dari seluruh negara di dunia pada tahun 2013 dan masih di bawah rata-rata Human Development Index (HDI). Hal ini menyebabkan kurang optimalnya fase tumbuh kembang anak.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pemenuhan yang tepat untuk mengoptimalkan kecerdasan dan juga tumbuh kembang tubuh anak. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Prof Dr Ir H Musliar Kasim, MS.

"Salah satunya dengan menerapkan kebiasaan makan yang baik seperti minum susu dan berolah raga rutin sejak dini kepada anak-anak," katanya saat berbicara dalam temu media di Kementerian Pendidikan Nasional, seperti ditulis Selasa (28/5/2013).

Senada dengan hal ini, spesialis gizi klinik yang juga Guru Besar Universitas Andalas Prof dr Fasli Jalal, PhD, SpGK mengatakan, setelah melewati golden period yang tak boleh diabaikan adalah pemenuhan gizi dan energi.

"Pemenuhan gizi dan energi anak usia pra sekolah dan usia sekolah dasar mengoptimalkan pertumbuhan fisik yang cepat (growth spurt) dan kinerja otak untuk proses pembelajaran anak serta untuk aktivitas fisik yang tinggi," jelas Prof Fasli.

Tetapi, Prof Fasli berpesan agar tidak juga bergantung pada susu sebab banyak sumber nutrisi lain yang dapat digunakan untuk pengganti susu. "Masih banyak alternatif selain susu seperti dari sumber hewani dan nabati. Untuk lemak, bisa dicari dari buah-buahan yang kaya lemak," tambahnya.

Dan yang terpenting adalah untuk mengurangi kekurangan gizi (stunting dan wasting) kombinasi makanan kaya zat makro (karbohidrat, lemak, protein) dan mikro (vitamin, mineral, air, serat) sangat diperlukan. "Zat makro dapat ditemukan dalam segelas susu yang dapat membantu anak melakukan aktivitasnya sehari-hari," katanya.

Nah, mulailah mengoptimalkan tumbuh kembang anak Anda dengan pemenuhan nutrisi seimbang serta mengajak anak berolah raga. - Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak.
07.49 | 18 komentar | Baca selengkapnya

7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Rabu, 20 Maret 2013 | 14.01

7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak
Makanan Terlalu Manis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak - Bukan hanya orang dewasa saja yang perlu mengurangi konsumsi makanan manis, anak-anak dan remaja pun perlu membatasi asupan makanan manis. Terlalu banyak makan makanan manis dapat mempengaruhi perkembangan anak.

Beberapa efek buruk gula termasuk meningkatkan risiko obesitas, diabetes, kerusakan gigi, gizi buruk dan tekanan darah tinggi. Gula juga telah dikaitkan dengan penyakit jantung dan bahkan perkembangan kanker.

Seperti dilansir Naturalnews, Selasa (19/3/2013) berikut ini adalah 7 efek buruk konsumsi makanan manis bagi perkembangan anak-anak:

1. Menyebabkan kerusakan gigi
Gula yang sering ditemukan dalam permen beberapa makanan manis lainnya dapat menyebabkan kerusakan pada gigi anak. Bakteri dalam mulut akan berkembang dengan cepat jika kebutuhan pangan utamanya, yaitu gula, terpenuhi dengan baik.

2. Pemenuhan gizi yang buruk
Masalah utama yang sering dialami oleh anak-anak pecinta makanan manis adalah dirinya cenderung menggantikan semua bentuk makanan lain dengan makanan dengan rasa manis. Meskipun makanan manis menyediakan energi yang memungkinkan anak untuk lebih aktif, tetapi sebenarnya gula memiliki nilai gizi yang sangat rendah.

Meskipun menyumbangkan kalori dalam jumlah besar, kebutuhan gizi anak tidak akan terpenuhi oleh konsumsi makanan manis. Pemenuhan gizi yang buruk berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.

3. Meningkatkan risiko diabetes
Ketika anak-anak lebih banyak terpapar gula, kadar insulin dalam tubuh akan meningkat. Hal ini dapat membahayakan pankreas dan meningkatkan risiko diabetes pada usia yang masih terlalu dini, yaitu remaja. Selain itu, terlalu banyak gula juga dapat meningkatkan resistensi insulin dan kemampuan tubuh untuk menurunkan kadar gula darah terganggu.

4. Penyebab obesitas
Penambahan berat badan merupakan masalah besar karena memiliki beberapa efek buruk bagi kesehatan, dan gula merupakan salah satu kontributor besar untuk kenaikan berat badan. Gula yang tidak terpakai dalam tubuh dapat menyebabkan timbunan lemak.

Kegemukan akibat timbunan lemak ini sejak kecil akan sulit diatasi ketika telah dewasa dengan cara diet biasa.

5. Meningkatkan tekanan darah
Terlalu banyak gula juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Menurut sebuah penelitian yang melibatkan pasien stroke dengan tekanan darah tinggi dan normal, peluang untuk bertahan hidup sangatlah rendah pada pasien dengan kadar gula darah yang tinggi.

6. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Makanan manis dapat mempengaruhi kadar kolesterol seseorang. Meskipun penelitian tidak membuktikan secara langusng bahwa gula dapat mempengaruhi kadar kolesterol, peneliti menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi sejumlah besar gula dalam dietnya ditemukan memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, penyebab penyakit jantung.

7. Mendorong pertumbuhan sel kanker
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa sel kanker akan berkembang dengan cepat karena paparan makanan manis. Makanan bergula dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang pada gilirannya, mendorong pertumbuhan sel kanker. - 7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak.
14.01 | 2 komentar | Baca selengkapnya

5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Sabtu, 22 Desember 2012 | 12.50

5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak
Kasih Sayang Ibu
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak - Ada ungkapan kasih ibu sepanjang masa, ternyata hal ini bukan hanya isapan jempol belaka. Karena manfaat kasih sayang ibu bagi kesehatan mulai dari perkembangan otak hingga kehidupan seks.

"Hubungan pertama si anak adalah dengan ibu yang bisa mempengaruhi hubungan emosional di kemudian hari," ujar profesor dan psikiater Allan Schore, PhD dari UCLA, seperti dikutip dari Everyday, Sabtu (22/12/2012).

Penelitian mendukung teori ini, studi terbaru menunjukkan ikatan antara ibu dan anak bisa mempengaruhi otak, jantung, tubuh dan bahkan kehidupan seks seseorang. Ini dia manfaatnya:

1. Bisa menjadi nutrisi bagi otak
Kasih sayang ibu tidak hanya baik untuk jantung dan jiwa, tapi juga nutrisi bagi otak. Peneliti di Washington University School of Medicine melakukan scan terhadap anak usia 7-10 tahun. Didapatkan anak yang mendapatkan asuhan dan dukungan dari ibu memiliki bagian otak hippocampus yang lebih besar dibanding anak yang kurang mendapat kasih sayang.

Hippocampus adalah daerah otak yang terlibat dalam memori dan pembelajaran, serta menjadi kunci perkembangan masa kanak-kanak dan juga prestasi akademisnya di sekolah.

Sedangkan bagi si ibu, kasih sayang yang diberikan pada anaknya membuat otaknya juga bertambah besar selama baru menjadi ibu, terutama di daerah yang berhubungan dengan kesenangan, penilaian, penalaran dan perencanaan.

2. Lebih sehat saat usia setengah baya
Orang-orang dengan ibu yang sangat mencintai dan mengasuh dengan tulus membuatnya berisiko lebih rendah terkena penyakit sindrom metabolik seperti diabetes tipe 2. Para peneliti berspekulasi, hal ini berhubungan dengan tingkat stres yang lebih rendah saat mendapat kasih sayang ibu sehingga risiko terjadi peradangan dan sensitivitas insulin juga menurun.

3. Menurunkan risiko obesitas
Studi dari Ohio State University menemukan ikatan emosional yang lemah antara ibu dan anak dikaitkan dengan kemungkinan anak memiliki kelebihan berat badan di kemudian hari. Bahkan dalam studi ini lebih dari 25 persen balita obesitas saat remaja karena memiliki hubungan yang buruk dengan ibunya.

Peneliti mengatakan area di otak yang mengontrol emosi dan stres turut membantu mengontrol nafsu makan dan keseimbangan energi, sehingga mengurangi risiko makan berlebih.

4. Memiliki kehidupan seks yang sehat
Penelitian menemukan ibu turut membantu mensosialisasikan anak-anaknya terhadap tanggung jawab seksual, sehingga bisa membantu anak memiliki pandangan yang tepat mengenai seks. Serta gadis yang memiliki ikatan emosional kuat dengan ibunya cenderung memiliki kehidupan seks yang lebih baik.

5. Hubungan romantis yang lebih stabil
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan anak yang mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang kurang dari orang tua terutama ibu cenderung memiliki hubungan romantis yang tidak stabil.

Meski begitu hasil ini bukanlah sebab akibat, karena itu bukan berarti jika tidak memiliki hubungan yang sehat dengan ibu, ia tidak akan memiliki hubungan yang baik dengan pasangan. - 5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak.
12.50 | 8 komentar | Baca selengkapnya

Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak?

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Selasa, 18 September 2012 | 09.45

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak?
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak? - Rasa ingin tahu yang besar membuat balita gemar menyentuh berbagai hal, termasuk apa yang orang dewasa anggap kotor. Sebenarnya, sejauh apa anak boleh dibiarkan bermain kotor-kotoran?

Berbagai penelitian membuktikan, membiarkan balita terpapar kuman justru bisa melindungi mereka dari penyakit alergi dan asma di kemudian hari. Dasar pemikiran tersebut disebut juga dengan "hipotesa higienis".

Menurut hipotesa higienis, anak yang sejak kecil jarang terpapar bakteri, parasit, atau virus, saat dewasa mereka lebih rentan terkena alergi, asma, dan penyakit autoimun.

Fakta lain juga menyebutkan anak-anak yang memiliki saudara, besar di lingkungan pertanian, serta berada di tempat penitipan anak (day care) sejak dini, lebih jarang terkena alergi.

Seperti halnya otak bayi yang butuh stimulasi, masukan, dan interaksi agar tumbuh kembangnya sempurna, sistem kekebalan tubuh anak juga akan menjadi kuat oleh paparan kuman setiap hari sehingga si tentara imun bisa belajar, beradaptasi, dan membuat pengaturan sendiri.

Mengenai kuman apa yang bisa bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh si kecil, memang belum jelas, tetapi penelitian terbaru memberikan petunjuk.

Dalam penelitian yang dilakukan Thom McDade PhD, direktur laboratorium Human Biology Research di Universitas Northwestern, anak-anak yang terpapar kotoran hewan dan menderita diare sebelum berusia dua tahun, memiliki insiden inflamasi di tubuh lebih sedikit saat mereka dewasa.

Inflamasi sendiri dikaitkan dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, dan Alzheimer.

"Pemahamannya sudah bergeser dari sistem imun yang terkait dengan alergi dan penyakit autoimun, tetapi juga perannya yang penting dalam inflamasi dan penyakit degeneratif lainnya," kata McDade.

Senada dengan McDade, menurut Martin Blaser, prosefor penyakit dalam dari Universitas New York, kebanyakan kuman yang ada di sekitar atau pun yang hidup dalam tubuh kita bukan cuma tak berbahaya tapi juga sudah bersama kita sejak jutaan tahun.

Namun seiring dengan perubahan perilaku manusia, beberapa jenis mikroba, seperti yang tinggal di dalam usus, menjadi berkurang bahkan hilang. "Hilangnya mikroba itu memberi akibat, ada yang baik ada yang buruk," kata Blaser.

Ketakutan para orangtua yang diwujudkan dengan menjaga lingkungan anak sehigienis mungkin menurut Blaser akan menghilangkan kesempatan mereka terpapar mikroorganisme alami yang sebenarnya baik untuk sistem imun. Ditambah lagi dengan penggunaan antibiotik, yang malah membuat kita lebih lemah.

Lantas, apa yang perlu dilakukan orangtua? Blaser merekomendasikan agar orangtua dan dokter lebih bijaksana dalam memberikan antibiotik pada anak. Penggunaan yang berlebihan justru akan melemahkan kekebalan tubuh anak melawan penyakit.

Menjaga kebersihan memang penting, tetapi McDade menyarankan agar orangtua tidak terobsesi pada kebersihan. "Tidak semua hal perlu dicuci atau disterilkan," katanya. - Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak?.
09.45 | 14 komentar | Baca selengkapnya

Menyusui Menjadikan Payudara Tetap Sehat

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Senin, 17 September 2012 | 17.20

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Menyusui Menjadikan Payudara Tetap Sehat
Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Menyusui Menjadikan Payudara Tetap Sehat - Bagi kebanyakan perempuan, payudara termasuk salah satu aset yang paling berharga untuk menunjang penampilan. Gaya hidup yang tidak sehat bisa membuatnya kelihatan lebih cepat tua, sedangkan sering menyusui akan membuatnya awet muda.

Sebuah penelitian yang mengamati 161 pasangan kembar menunjukkan bahwa tampilan buah dada dipengaruhi oleh gaya hidup. Riwayat merokok, minum alkohol dan melahirkan terlalu sering bisa membuat payudara cepat kendur dan tampak lebih cepat tua.

Sementara itu, riwayat menyusui anak justru membuatnya awet muda alias tampak kencang lebih lama. Faktor lain yang bisa membantu menjaga payudara tetap awet muda menurut penelitian ini adalah mengoleskan pelembab setiap hari dan melakukan terapi sulih hormon.

Karena diamati pada pasangan kembar identik, maka faktor genetik bisa dikesampingkan terkait adanya perbedaan penampilan payudara. Adanya perbedaan antara payudara yang tampak awet muda dan lebih tua dalam penelitian ini lebih dipengaruhi lingkungan dan gaya hidup.

"Idenya adalah mereka memiliki kesamaan genetik. Jika kita melihat perbedaan, maka itu lebih karena pengaruh lingkungan," kata Hooman T Soltanian dari University Hospital Case Medical Center yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip dari CBS News, Rabu (5/9/2012).

Selain rokok dan alkohol, faktor lain dalam penelitian ini yang membuat payudara lebih cepat tua adalah indeks massa tubuh yang terlalu besar alias gemuk. Ukuran bra yang terlalu besar juga membuat payudara perempuan lebih cepat kendur dibanding pasangan kembarnya.

Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penampilan payudara, diharapkan para permepuan bisa mengurangi kebutuhan untuk melakukan operasi memperbaiki payudara. Persatuan bedah plastik Amerika Serikat memperkirakan, 316.848 perempuan memperbesar payudaranya lewat operasi para 2011. - Menyusui Menjadikan Payudara Tetap Sehat.
17.20 | 4 komentar | Baca selengkapnya

5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Kamis, 13 September 2012 | 08.05

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi - Kondisi gigi seseorang harus dirawat sejak dini bahkan sejak pertama kali tumbuh gigi. Jika gigi telah rusak sejak bayi, akan sulit untuk memperbaiki dan memulihkannya ketika dewasa. Oleh karena itu, jagalah kondisi kesehatan gigi bayi bayi Anda dengan langkah yang tepat.

Seperti dilansir mom.me, Kamis (30/8/12) berikut 5 hal yang perlu Anda perhatikan untuk menjaga kesehatan gigi bayi:

1. Melindungi gigi bayi dengan fluoride

Fluoride umumnya hadir dalam air minum yang dapat melindungi gigi dari kerusakan dan membantu menyembuhkan kerusakan dini. Tanyakan pada dokter gigi atau dokter anak apakah air yang Anda konsumsi mengandung fluoride. Dokter mungkin juga akan meresepkan tetes fluoride untuk bayi.

2. Memeriksa dan membersihkan gigi bayi

Begitu gigi bayi tumbuh, bersihkan giginya setidaknya sekali sehari dengan kain yang bersih dan lembut atau sikat gigi bayi. Waktu terbaik untuk membersihkan gigi bayi adalah sebelum tidur. Jika terlihat bintik-bintik atau noda pada gigi bayi, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat dan gigi bayi rusak.

Ketika anak telah menginjak usia 2 tahun, mulailah menyikat gigi anak dengan menggunakan pasta gigi seukuran kacang yang mengandung fluoride. Anak di usia balita tidak mampu menggosok giginya sendiri hingga usia 7 atau 8 tahun, sehingga Anda perlu membantunya untuk memastikan gigi anak tetap sehat.

3. Memberikan makanan bayi yang sehat

Pilih makanan yang tidak memiliki banyak gula di dalamnya. Berikan anak Anda buah-buahan dan sayuran, hindarilah memberikan permen dan cookies.

4. Mencegah kerusakan gigi bayi karena botol susu


Jangan membiarkan anak tidur pada malam atau siang hari dengan kondisi menghisap susu dari botol karena dapat merusak gigi. Jika anak tidak bisa tidur tanpa menghisap botol susu, isilah botolnya hanya dengan air putih saja.

Susu, jus dan minuman manis lainnya seperti soda mengandung gula. Mengisap botol yang diisi dengan cairan manis dapat menyebabkan kerusakan gigi. Jika bayi menggunakan empeng, jangan mencelupkannya ke dalam sesuatu yang manis seperti gula atau madu.

Untuk mengurangi ketergantungan dengan botol susu, ajarkan pada anak untuk minum dari gelas pada usia 1 tahun.

5. Memeriksakan kondisi anak ke dokter gigi

Periksakan gigi anak ke dokter gigi mulai dari usia satu tahun untuk mendeteksi kerusakan gigi sejak dini. Membiasakan anak akrab dengan dokter gigi sejak kecil juga dapat membuat anak tidak takut untuk memeriksakan kondisi giginya hingga dewasa kelak. - 5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi.
08.05 | 8 komentar | Baca selengkapnya

Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Selasa, 11 September 2012 | 18.23

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak
Omega 3 Pada Daging Ikan
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak - Masa kanak-kanak adalah saat belajar dan berkembang termasuk dalam kemampuan membacanya. Jika si kecil memiliki masalah dalam hal membaca, cobalah memberikan omega-3 yang ada dalam minyak ikan.

Studi menemukan anak-anak yang memiliki keterampilan membaca tidak terlalu baik akan mengalami peningkatan sebesar 20 persen dalam waktu 3 minggu sejak diberikan asam lemak omega-3 dari minyak ikan maupun beberapa jenis ganggang.

Para ilmuwan dari Oxford University memberikan 600 mg asam lemak omega 3 untuk anak usia 7-9 tahun setiap harinya selama 16 minggu, dan diketahui kemampuan membaca anak-anak ini meningkat.

"Hasil ini menunjukkan konsumsi omega-3 DHA meningkatkan kinerja membaca dan membantu anak-anak mengejar ketinggalannnya dengan kelompok sebaya mereka," ujar Dr Alex Richardson, peneliti senior dari Centre for Evidence-Based Intervention di Oxford University, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (10/9/2012).

Studi yang didanai oleh DSM Nutritional Lipid ini dilakukan secara mandiri oleh Oxford University. Didapatkan kelompok anak yang awalnya memiliki kemampuan membaca rendah berhasil meningkat setelah konsumsi omega-3 secara rutin.

Sementara itu Paul Montgomery, Professor of Psychosocial Intervention di Centre for Evidence-Based Intervention, Oxford University menuturkan dalam studi sebelumnya telah diketahui manfaat omega-3 ini bisa membantu anak dengan kondisi seperti ADHD, gangguan disleksia dan koordinasi perkembangan.

Membaca adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh anak, untuk mengasah kemampuannya dibutuhkan latihan. Untuk itu selain memberikan asupan omega-3 secara teratur, anak juga perlu terus dilatih agar kemampuan membacanya makin meningkat. - Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak.
18.23 | 7 komentar | Baca selengkapnya