Welcome Guys

Kesehatan Ibu dan Anak KIA Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah web blog yang berisi kumpulan artikel informasi kesehatan ibu dan anak, penyakit, kehamilan, juga info kesehatan lainnya.
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

4 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Senin, 10 September 2012 | 07.26

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 4 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil - Seorang calon ibu harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatannya ketika hamil, karena perkembangan anak telah ditentukan sejak kehamilan. Ibu hamil juga harus pilih-pilih soal makanan karena makanan yang mengandung zat kimia tambahan atau aditif tertentu dapat berakibat buruk bagi kondisi kehamilan dan janin.

Berikut 4 macam zat aditif dalam makanan yang berbahaya jika dikonsumsi oleh wanita hamil, seperti dilansir naturalnews, Sabtu (8/9/12) antara lain:

1. Pemanis buatan

Beberapa jenis pemanis buatan baru-baru ini juga ditemukan dalam permen karet, minuman ringan, camilan dan bahkan makanan sehat seperti yoghurt sekalipun. Tubuh tidak dapat mengenali zat yang terkandung dalam pemanis buatan, sehingga ketika proses metabolisme tubuh mengolah zat asing tersebut akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.

Efek berbahaya dari pemanis buatan termasuk sakit kepala, pusing, kejang, gangguan penglihatan, dan stroke. Hal ini tentu saja dapat membahayakan kondisi seseorang yang sedang hamil.

Indikator umum bahwa produk makanan tertentu mengandung pemanis buatan adalah dengan memberikan label 'tanpa gula' atau 'diet'. Meskipun terlalu banyak gula buruk bagi kesehatan, tetapi gula jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pemanis buatan.

2. Monosodium glutamat (MSG)

MSG adalah penyedap rasa yang umumnya digunakan dalam masakan seperti sup, makanan ringan seperti keripik dan lain sebagainya. Zat aditif ini dikategorikan sebagai eksitoksin, yang menyebabkan sel-sel otak menjadi hiperaktif dalam aktivitasnya untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain.

MSG telah terbukti dapat meningkatkan risiko terhadap kanker, penyakit jantung, obesitas, dan gangguan perilaku yang berbahaya jika dikonsumsi oleh orang yang sedang hamil.

Sayangnya, untuk mengenali adanya kandungan MSG dalam makanan kemasan cukup sulit karena disamarkan dalam banyak nama. Cara terbaik untuk menghindari MSG adalah menghindari makanan cepat saji, makanan olahan dan makanan kemasan yang memiliki rasa gurih yang terlalu kuat.

3. Nitrat

Nitrat adalah zat aditif yang seringkali digunakan dalam daging, hot dog, dan sejenisnya. Ketika daging yang mengandung nitrat dimasak, akan dilepaskan suatu senyawa karsinogenik yang telah diketahui berhubungan dengan berbagai macam kanker.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi bahan kimia ini selama kehamilan meningkatkan risiko yang lebih tinggi terhadap tumor otak pada anak. Nitrat awalnya digunakan untuk mengawetkan daging dan mencegah botulisme.

Tetapi para produsen daging kini menggunakannya untuk memberi warna sedikit kemerahan untuk menarik minat beli pelanggan. Berhati-hatilah dalam berbelanja daging dengan berbelanja di pasar lokal yang mungkin lebih aman.

4. Pestisida

Buah dan sayuran yang dijual secara komersial, umumnya dirawat dengan menggunakan pestisida dan herbisida oleh para petani agar mendapatkan hasil yang banyak dan bagus. Tetapi, bahan kimia ini dapat memiliki efek berbahaya pada janin, terutama selama tahap perkembangan.

Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah makan buah-buahan dan sayuran organik, menggunakan air filter karbon untuk menghilangkan zat aditif dari air minum, dan memilih untuk tidak menggunakan insektisida untuk membersihkan rumah dari serangga. - 4 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil.
07.26 | 1 komentar | Baca selengkapnya

7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Kamis, 09 Agustus 2012 | 07.01

7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil - Kehamilan adalah masa sulit bagi wanita karena harus mengurangi aktivitas berat dan tidak boleh sembarangan makan agar bayi dalam rahimnya sehat. Oleh karena itu, ibu hamil perlu menghindari beberapa jenis makanan yang tidak aman untuk kehamilan.

Pertumbuhan bayi yang dikandung banyak tergantung pada apa yang dikonsumsi selama kehamilan. Maka itu perlu berhati-hati dan belajar untuk membedakan antara jenis makanan yang baik untuk ibu hamil dan yang tidak.

Seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (2/8/12), pelajari 7 jenis makanan yang tidak aman dikonsumsi selama hamil berikut:

1. Daging setengah matang

Daging, steak atau unggas yang dimasak setengah matang berisiko tinggi terkontaminasi dengan bakteri, seperti coliform, toksoplasmosis dan Salmonella. Selain itu, hati ternak tidak aman untuk dimakan selama kehamilan. Masaklah daging hingga benar-benar matang agar bakteri dalam makanan mati untuk menjaga kesehatan janin Anda.

2. Produk susu yang tidak dipasteurisasi

Susu yang tidak dipasteurisasi dan semua produk susu lainnya yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi harus dihindari selama kehamilan. Hal ini karena produk tersebut mengandung jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Keju juga harus dihindari karena membawa bakteri Listeria yang dapat menyebabkan keguguran.

3. Telur mentah dan setengah matang

Anda membutuhkan protein dari telur, tetapi hindari makan telur yang dimasak setengah matang ketika hamil. Telur mentah dan setengah matang mengandung bakteri yang dapat membahayakan tubuh. Selain itu, Anda juga harus menghindari saus mayones karena mengandung telur mentah.

4. Kafein

Konsumsi kafein selama kehamilan telah menjadi perdebatan apakah asupan sedang kafein baik-baik saja untuk ibu hamil atau tidak. Beberapa penelitian menyatakan bahwa konsumsi kafein dapat menyebabkan keguguran sementara yang lain mengatakan sebaliknya.

Kafein juga dapat menghilangkan cairan dan kalsium dari tubuh, sehingga agar lebih aman, pilihlah konsumsi jus segar dan air mineral yang bersih daripada minum minuman berkafein.

5. Alkohol

Anda harus menghindari minuman beralkohol sepenuhnya selama kehamilan. Alkohol sangat berbahaya bagi kondisi kesehtan janin dan dapat menyebabkan keguguran.

6. Ikan tertentu karena kandungan merkuri yang tinggi

Hindari konsumsi ikan seperti ikan kembung, king mackerel, hiu, dan jenis ikan lainnya yang mengandung merkuri tinggi. Merkuri dalam ikan dapat menyebabkan kerusakan otak.

7. Sayuran yang tidak dicuci

Sayuran sangat penting bagi pekembangan janin dalam perut Anda, tetapi makan sayuran yang tidak dicuci terlebih dahulu atau makan sayuran mentah sebagai lalapan sangat berbahaya bagi kehamilan. - 7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil.
07.01 | 4 komentar | Baca selengkapnya

Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Senin, 06 Agustus 2012 | 07.20

Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin
Manfaat Telur
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin - Meningkatkan asupan kolin, nutrisi yang ditemukan dalam jumlah tinggi pada telur, selama kehamilan dapat mengurangi risiko bayi mengembangkan gangguan metabolisme dan penyakit yang berhubungan dengan stres seperti tekanan darah tinggi dan diabetes di kemudian hari.

Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh peneliti dari Cornell University. Studi tersebut menunjukkan bahwa kolin dapat membantu melindungi terhadap efek stres seorang ibu selama kehamilan.

Seperti ditunjukkan pada studi sebelumnya, paparan hormon stres tinggi selama kehamilan yang diakibatkan karena kecemasan atau depresi ibu, dapat membuat anak rentan terhadap stres yang bisa memicu penyakit dan kondisi kronis.

Temuan terbaru ini menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan pentingnya kolin untuk perkembangan janin.

Dalam studi ini 24 wanita hamil trimester ketiga secara acak diminta untuk mengonsumsi 480 mg kolin per hari atau 930 mg per hari selama 12 minggu sebelum persalinan.

Peneliti mengumpulkan sampel darah ibu dan plasenta serta sampel dari jaringan plasenta. Mereka kemudian membandingkan tingkat kortisol dan perbedaan genetik antara semua sampel.

Hasilnya, peneliti mengamati tingkat kortisol yang lebih rendah dalam plasenta dan jaringan janin di kalangan wanita hamil yang mengonsumsi kolin lebih tinggi.

"Temuan studi meningkatkan kemungkinan menarik bahwa asupan kolin tinggi pada ibu hamil dapat melawan beberapa efek merugikan dari stres sebelum persalinan pada pengembangan perilaku, neuroendokrin dan metabolik pada keturunannya," kata Marie Caudill, PhD, dari Cornell University, seperti dilansir indiavision, Sabtu (4/8/2012).

Kolin penting untuk wanita hamil karena telah terbukti memainkan peran penting dalam perkembangan otak janin dan bayi, mempengaruhi area otak yang bertanggung jawab untuk memori dan kemampuan belajar seumur hidup.

Selain itu, penelitian juga telah menunjukkan wanita dengan diet rendah kolin memiliki risiko empat kali lebih besar memiliki bayi dengan cacat tabung saraf, seperti spina bifida.

Cara terbaik untuk mendapatkan dosis harian kolin adalah dengan memasukkan makanan kaya kolin dalam diet, seperti telur, daging sapi tanpa lemak, kembang kol dan kacang tanah.

Telur adalah sumber kolin yang sangat baik, terkandung 125 mg kolin per telur. Nutrisi ini ditemukan secara eksklusif dalam kuning telur, bukan putih.

Studi ini telah dipublikasikan dalam edisi terbaru Federation of American Societies for Experimental Biology. - Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin.
07.20 | 1 komentar | Baca selengkapnya

8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Senin, 30 Juli 2012 | 07.28

8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil
Nutrisi Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil - Wanita hamil memerlukan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan bayi seperti folat, serat dan zat besi. Anda dapat memperoleh nutrisi tersebut dari makanan-makanan yang mungkin sering Anda hindari seperti daun bawang dan kemangi.

Berikut adalah 8 jenis makanan mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan seperti kurma dan tebu yang dilansir dari fitpregnancy, Rabu (25/7/2012):

1. Buah kurma

Dalam 1 cangkir buah kurma atau sekitar 8 biji, mampu menyumbangkan 5 gram serat. Meskipun mengandung gula dalam jumlah yang tinggi, tetapi kurma juga mengandung kalsium, fosfor, kalium dan magnesium. Hal ini penting untuk perkembangan pembentukan gigi di bawah gusi pada bayi yang masih dalam kandungan.

Buah kurma juga merupakan sumber zat besi yang baik. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, terutama selama kehamilan karena meningkatnya volume darah dan tuntutan perkembangan bayi untuk memproduksi jutaan sel darah merah. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin K yang diperlukan untuk pembentukan darah dan tulang.

2. Daun bawang

Daun bawang seringkali hanya dijadikan hiasan makanan dan cenderung diabaikan. padahal, daun bawang merupakan sumber folat, zat besi, serat, vitamin C, vitamin B6, kalsium dan magnesium.

Asam folat merupakan nutrisi yang paling penting pada trimester pertama kehamilan. Tanpa folat, bayi Anda dapat memiliki peningkatan risiko cacat struktural yang bisa berakibat fatal. Magnesium juga membantu meringankan sembelit, gejala yang umum selama kehamilan.

3. Kacang pinto

Kacang pinto, sejenis kacang tanah yang berukuran lebih kecil dan berbagai jenis kacang lain pada umumnya mengandung serat, zat besi, kalsium dan fosfor. Zat besi penting untuk membuat hemoglobin, zat dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru Anda kepada bayi Anda. Fosfor dan kalsium berguna untuk memastikan bahwa tulang bayi dan gigi tumbuh dengan sehat.

Salah satu strategi terbaik untuk membantu menghindari mual dan muntah selama trimester pertama adalah untuk menjaga perut Anda merasa puas dan penuh. Makanan dengan kandungan serat yang tinggi dapat membantu Anda mengurangi gejala morning sickness.

4. Biji labu

Ketika rahim Anda tumbuh selama masa kehamilan, otot punggung, perut dan pinggul memerlukan kekuatan ekstra untuk meregang. Biji labu mengandung protein dalam jumlah yang tinggi. Makan makanan yang mengandung protein yang tinggi membuat otot-otot dapat bekerja lebih baik.

Satu porsi biji labu juga mengandung lebih dari 25 persen dari asupan magnesium harian yang direkomendasikan. Hal ini membantu mempercepat kemampuan Anda untuk menggunakan karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi.

5. Biji wijen

Biji wijen mengandung asam lemak omega-6 yang dibutuhkan untuk integritas sel yang tepat, fungsi sistem saraf yang sehat dan kekebalan tubuh. Perkembangan kelenjar susu, plasenta dan rahim juga tergantung pada tingkat kecukupan lemak sehat dalam tubuh Anda.

Biji wijen juga merupakan sumber yang baik dari thiamin, fosfor dan mangan yang diperlukan untuk perkembangan bayi yang sehat.

6. Kemangi

Kemangi adalah makanan super untuk kehamilan yang mengandung vitamin E, riboflavin, niasin, serat makanan, vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, magnesium, fosfor, kalium, seng, tembaga dan mangan. Kemangi juga dikemas dengan kandungan zat besi yang penting untuk menjaga tingkat energi Anda.

7. Ikan herring

Ikan herring mengandung 2 gram asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang merupakan salah satu konsentrasi tertinggi dari kandungan minyak ikan pada makanan laut lainnya. Janis ikan ini juga aman dari tingkat kontaminan seperti merkuri yang berbahaya bagi ibu hamil.

DHA selama kehamilan dapat mendukung perkembangan otak di dalam rahim. Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa wanita yang mengandung minyak ikan dalam tingkat yang tinggi dalam darah memiliki bayi dengan pola tidur yang lebih baik dalam 48 jam pertama setelah melahirkan.

Para ahli telah memperkirakan bahwa tidur bayi pada awal kelahiran mencerminkan kematangan sistem saraf, sehingga menambahkan ikan ke dalam diet Anda dapat membantu otak bayi Anda matang.

8. Sirup tetes tebu

Tetes tebu atau yang dikenal dengan molases memiliki rasa yang manis yang lengket. Molases memiliki beberapa gizi tersembunyi, termasuk magnesium, mangan dan vitamin B6. Mangan merupakan mineral penting yang berperan dalam pembangunan tulang bayi yang normal. Cukup satu sendok amkan sehari untuk memperoleh manfaat sehat molases.

Vitamin B6 berperan sebagai cadangan natrium-fosfor yang menentukan seberapa banyak air yang ada dalam tubuh Anda. Dan kalium adalah mineral lain yang terlibat dalam retensi air. Mendapatkan cukup vitamin B6 dan potasium dapat membantu Anda mengecilkan bengkak kaki dan pergelangan kaki yang sering terjadi pada kebanyakan orang hamil. - 8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil.
07.28 | 2 komentar | Baca selengkapnya

Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Minggu, 29 Juli 2012 | 07.01

Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil
Stres Menghambat Kehamilan
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil - Perempuan yang tengah berusaha untuk hamil biasanya disarankan mengurangi kegiatan dan jangan terlalu stres. Ini dia penjelasan mengapa stres bisa bikin perempuan susah hamil.

Selain bisa dijelaskan dengan alasan medis, kondisi ini juga turut dipengaruhi oleh faktor psikologis. Hal ini membuat orang yang jadwal kerjanya padat memiliki risiko lebih tinggi sulit hamil atau gangguan infertilitas.

Berikut ini hal-hal yang bisa menjelaskan kenapa perempuan yang stres bisa mempengaruhi kemampuannya untuk memiliki anak, seperti dikutip dari Boldsky, Jumat (27/7/2012) yaitu:

1. Ovulasi (masa subur)
Orang yang hidupnya sibuk dan stres akan membuat masa subur atau waktu ovulasinya berkurang dan bahkan jadi berhenti, sehingga membuatnya sulit untuk hamil. Salah satu indikator dari masa subur adalah melalui lendir di serviks, yaitu lendir meningkat saat mendekati ovulasi.

Tapi jika seseorang stres atau sibuk maka lendir dari serviks ini akan berkurang bahkan bisa jadi kering. Umumnya stres yang bisa mempengaruhi kesuburan adalah stres yang konstan. Untuk itu seseorang perlu menemukan cara agar stresnya berkurang sehingga masa suburnya kembali normal.

2. Siklus menstruasi
Gaya hidup dan stres bisa mempengaruhi siklus menstruasi menjadi tidak teratur, lambat laun kondisi ini akan mempengaruhi tingkat kesuburan yang dimilikinya. Ini karena sikus menstruasi yang sehat adalah salah satu indikator dari kemampuan perempuan untuk bisa hamil.

Jika memang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar diketahui penyebabnya seperti akibat penyakit tertentu atau akibat stres.

3. Hubungan antara pikiran dan badan
Penelitian telah menunjukkan bahwa stres yang berlebihan secra langsung akan mempengaruhi otak, yaitu meningkatkan produksi hormon kortisol yang bisa mengganggu kemampuan reproduksi.

Selain itu otak juga menghasilkan molekul yang disebut neuropeptida sebagai respons dari stres emosional ini, dan molekul ini dapat merusak proses reproduksi. Jadi, cobalah menjadi bahagia dan mengembangkan hubungan yang sehat antara pikiran dan tubuh. - Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil.
07.01 | 1 komentar | Baca selengkapnya

Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Senin, 25 Juni 2012 | 08.45

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis
Melahirkan Di Usia Muda
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis - Wanita yang pertama kali melahirkan saat remaja lebih berisiko mengalami osteoporosis daripada wanita yang pertama kali melahirkan pada usia yang lebih tua. Sekitar 40% massa tulang wanita dewasa dibentuk selama remaja. Kepadatan tulang mengalami penurunan selama kehamilan karena kalsium banyak diserap oleh janin.

Menggunakan data dari survei kesehatan nasional di Korea pada tahun 2008, peneliti menganalisis risiko osteoporosis pada 719 orang wanita Korea. Sebanyak 93 orang peserta telah memiliki bayi pertama pada usia 18 tahun. Para ibu dalam penelitan rata-rata melahirkan bayi untuk pertama kali saat berusia 24 tahun.

Penelitian yang dimuat jurnal Menopause ini menemukan bahwa laju osteoporosis pada ibu yang melahirkan pertama kali saat remaja sebesar 62,4% dan pada ibu yang melahirkan pertama kali setelah melewati masa remaja adalah sebesar 35,8%. Tingkat risiko patah tulang pada kedua kelompok masing-masing sebesar 5,4% dan 2,2%.

Sebagian besar subjek yang melahirkan saat remaja lahir sebelum tahun 1950 dan memasuki usia remaja saat meletusnya Perang Dunia II dan Perang Korea, saat di mana makanan yang bergizi sangat sulit didapatkan di Korea.

"Wanita yang pertama kali hamil saat remaja menghadapi kemungkinan peningkatan risiko osteoporosis setelah menopause dan rentan mengalami patah tulang," kata peneliti seperti dilansir Wall Street Journal, JUmat (8/6/2012).

Menggunakan dual energi x-ray absorptiometry (DXA), peneliti menemukan bahwa pada wanita menopause yang pernah hamil saat remaja, kepadatan tulangnya secara keseluruhan lebih rendah pada tulang pinggul, leher dan tulang belakang dibandingkan pada wanita menopause yang tidak pernah hamil saat remaja.

Wanita yang hamil saat remaja memiliki risiko 1,84 kali lipat terkena osteoporosis setelah menopause dibandingkan dengan yang tidak pernah hamil di usia remaja.

Kesimpulan ini tetap ada bahkan setelah dilakukan penyesuaian untuk faktor usia, usia saat mensruasi pertama, usia saat menopause, indeks massa tubuh, tingkat pendidikan, kebiasaan olahraga, pendapatan rumah tangga, asupan alkohol, asupan kalsium, asupan energi, status perkawinan, riwayat merokok, penggunaan terapi hormon dan dan kadar vitamin D.

Tim peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki riwayat kehamilan saat remaja, wanita yang telah menopause dan pernah hamil saat remaja lebih tinggi risikonya terkena osteoporosis. - Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis.
08.45 | 1 komentar | Baca selengkapnya

Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Sabtu, 09 Juni 2012 | 18.09

Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil
Sulit Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil - Infertilitas, ketidaksuburan atau kemandulan tidak selalu disebabkan oleh gaya hidup yang buruk atau akibat kebiasaan seksual. Beberapa penyakit juga bisa menyebabkan ketidaksuburan pada pria dan wanita.

Ketidaksuburan dapat dijelaskan sebagai ketidakmampuan biologis untuk hamil atau menghamili, bahkan setelah mencoba untuk waktu yang lama. Dalam beberapa kasus, masalah ketidaksuburan disebabkan karena pasangan pria. Namun dalam kasus lain hal tersebut disebabkan karena perempuan dan dalam kasus lainnya karena keduanya.

Berikut penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan ketidaksuburan, seperti dilansir boldsky, Sabtu (9/6/2012):

1. Diabetes pada pria
Diabetes telah didiagnosa sebagai salah satu penyakit yang menyebabkan masalah infertilitas pada pria. Sesuai penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Inggris, sperma pada pria diabetes mengalami kerusakan DNA. Konsentrasi sperma juga terpengaruhi secara signifikan dalam kasus ini.

Perubahan konsentrasi dan kerusakan DNA menyebabkan embrio tidak dapat terbentuk juga tidak dapat memberikan semua kode genetik.

2. Penyakit Celiac pada pria dan wanita
Penyakit Celiac adalah suatu kondisi di mana lapisan dari usus kecil rusak sehingga tidak bisa menyerap bagian dari makanan yang penting agar tubuh tetap sehat.

Wanita yang menderita penyakit ini biasanya memiliki masa reproduksi lebih pendek dan menopause dini. Sedangkan pada pria, penyakit ini dapat menyebabkan disfungsi gonad yang berpengaruh terhadap fungsi testis. Jadi penyakit ini adalah salah satu penyebab kemandulan.

3. Gangguan tiroid pada wanita
Lebih dari 10 persen masalah ketidaksuburan pada wanita adalah karena berat badan dan gangguan pada tiroid. Masalah tiroid mempengaruhi ovulasi dan kemampuan seseorang untuk mempertahankan kehamilan.

Wanita dengan antibodi tiroid memiliki peningkatan jumlah sel pembunuh alami yang menyerang perkembangan embrio, yang berimplantasi mengganggu dan bahkan menyebabkan keguguran pada beberapa kasus.

Tetapi tak perlu khawatir bagi yang memiliki gangguan tiroid. Wanita dengan gangguan tiroid dapat dengan mudah mempertahankan kehamilan dengan pengobatan medis yang efektif. - Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil.
18.09 | 1 komentar | Baca selengkapnya

Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Senin, 14 Mei 2012 | 09.47

Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga - Ada beberapa ibu hamil yang enggan melakukan olaraga arena takut berdampak buruk bagi bayinya. Padahal sebuat pengamatan menunjukkan jika olahraga dilakukan selama kehamilan berlangsung dapat memberi manfaat positif bagi calon ibu juga bayi.

Walaupun sudah banyak masyarakat yang pahan akan manfaat olahraga saat hamil, namun ternyata masih ada beberapa ibu hamil yang enggan melakukannya dengan salah satu alas an nantinya akan berdampak buruk bagi bayinya.

Pada sebuah penelitian yang mengamati 90 ibu hamil ditemukan bahwa masih banyak ibu hamil dimana sebelumnya rutin melakukan olahraga namun ketika hamil langsung berhenti tidak melakukannya lagi. Beberapa dari mereka menganggap berolahraga kurang aman untuk dirinya dan kehamilan meskipun hanya jalan santai.

Olahraga ringan jika dilakukan sekitar 30 menit dalam sehari cukup aman untuk ibu hamil. Tetapi jenis olahraga beresiko seperti menyelam, kontak fisik dengan lawan yang bersifat mencederai sebaiknya jangan dilakukan atau konsultasi terlebih dahulu ke tenaga medis.

Pengamatan ini dilakukan terhadap 90 responden dengan usia kehamilan 16 – 30 minggu.

Didapatkan, hampir segian dari responden rutin melakukan olahraga ringan sebelum hamil sekitar 90 menit/minggu. Tetapi, ketika hamil tidak lebih dari 27% yang berolahraga setelah hamil. Sebagian besar dari mereka takut olahraga akan menyakiti bayi.

Nampaknya ketakutan akan keamanan menjadi faktor mengapa ibu hamil enggan berolahraga.

Pengaruh mitos terkadang juga ikut mempengaruhi rasa takut ibu hamil untuk berolahraga, karena memang beberapa kepercayaan yang menurun kadang menyatakan olahraga akan menyakiti bayi.

Namun, tidak semua ibu hamil takut berolahraga beberapa ibu hamil malah sangat menyukai olaraga ringan, walaupun mereka telah memiliki kesibukan dalam bekerja setiap harinya. Bahkan tidak jarang yang meluangkan waktu untuk mengikuti senam hamil bersama.

Untuk menumbuhkan kebiasaan sehat ini sebaiknya para wanita lebih memahami manfaat aktifitas fisik selama masa kehamilan. Olahraga saat masa kehamilan bukan hanya baik untuk kesehatan ibu dan bayi secara fisik tetapi juga sehat secara emosional dengan mengurangi stres dan depresi - Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga.
09.47 | 1 komentar | Baca selengkapnya

Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Jumat, 11 Mei 2012 | 17.07

Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil - Kehamilan adalah suatu proses yang membuat perempuan mengalami berbagai perubahan, karena itu ada beberapa pertanyaan yang umum diajukan oleh ibu hamil. Apa saja itu?

Perubahan yang dialami oleh ibu hamil kadang membuatnya khawatir apakah kondisi tersebut normal atau tidak. Berikut ini beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan ibu hamil dan dijawab oleh ahli kesuburan Zita West, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Jumat (11/5/2012) yaitu:

1. Suami tidak suka menyentuh perut yang hamil, apakah ini normal?
Setiap laki-laki memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap istri yang sedang hamil. Beberapa suami kadang suka memegang perut dan merasakan tendangan bayi, sementara yang lainnya tidak. Tapi kondisi ini tak perlu dikhawatirkan karena masih terbilang normal.

2. Kaki terasa panas sepanjang waktu, bagaimana mengatasinya?
Selama kehamilan berlangsung sering terjadi masalah sirkulasi, aliran darah di sekitar daerah panggul yang menyebabkan rasa panas dan bengkak di kaki. Hal ini sangat umum terjadi dan bisa diatasi dengan memijat, refleksi atau merendam kaki. Tapi jika disertai rasa sakit sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

3. Perut saya terus gatal, apa penyebabnya dan bagaimana menghentikannya?
Hal ini sangat umum terutama pada trimester ketiga, karena kulit semakin meregang dan menimbulkan ketidaknyaman. Cobalah memijatnya dengan krim dan minyak. Tapi jika gatalnya ekstrem periksakan ke dokter untuk melihat apakah ada peningkatan asam empedu dan memeriksa fungsi hati.

4. Saya merasa bayi bergerak hari ini, seperti apa rasanya?
Kebanyakan perempuan merasakan gerakan bayi di usia 18-21 minggu, tapi ada yang lebih cepat atau lambat. Rasanya seperti ada kupu-kupu kecil, tapi semakin lama gerakan atau tendangannya semakin pasti terasa.

5. Mengalami beberapa mimpi aneh, apakah ini efek hamil?
Banyak perempuan yang mimpi tentang memiliki anak ditrimester pertama, dan mimpi tentang persalinan saat trimester akhir. Meski bisa sangat mengganggu, tapi mimpi aneh ini tergolong normal.

6. Apakah perlu menggunakan sabuk pengaman?
Sabuk pengaman tentu saja perlu digunakan, tapi yang penting adalah meletakkan sabun pengaman ditempat ibu hamil merasa nyaman. Jika tidak nyaman cobalah membatasi jumlah waktu berada di dalam mobil.

7. Apakah tulang rusuk membesar selama hamil?
Hormon yang disebut relaxin akan dilepaskan dalam tubuh selama tahap akhir kehamilan untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi persalinan. Kondisi ini akan membuat tulang rawan rileks terutama di sekitar panggul dan tulang rusuk, jadi tidak perlu khawatir.

8. Mengapa gusi berdarah dan gigi jadi sensitif?
Ini adalah efek samping yang sangat umum saat hamil, karena itu menjaga kebersihan gigi dan mulut menjadi sangat penting. Hal ini karena gusi berdarah bisa meningkatkan risiko infeksi dan menyebabkan respons inflamasi (peradangan) - Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil.
17.07 | 1 komentar | Baca selengkapnya

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Kamis, 10 Mei 2012 | 13.06

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu
Berat Badan Bayi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Beberapa orang perempuan melahirkan bayi dengan bobot lahir yang tinggi. Bobot bayi ini bisa dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kondisi kesehatan ibu, dan juga karena gen. Para ilmuwan menemukan bahwa bobot lahir bayi dipengaruhi variasi gen dari ibu dan nenek, namun pengaruh gen dari Ayah sangat minim.

Para peneliti sebelumnya telah mempelajari bahwa gen bertindak sebagai penekan pertumbuhan yang dapat mengurangi bobot lahir. Tapi sebuah penelitian di Inggris menemukan gen tertentu yang diturunkan dari ibu dapat membuat bobot bayi lahir bertambah 93 gram. Pertambahan bobot ini bisa mencapai 155 gram jika diturunkan oleh nenek dari pihak ibu.

Dalam artikel yang dipublikasikan di American Journal of Human Genetics, profesor Gudrun Moore dari University College London dan rekannya meneliti gen yang disebut PHLDA2 terhadap 9.500 sampel DNA dari ibu dan bayinya. Sampel ini dikumpulkan dari 3 penelitian yang terpisah. Peneliti menemukan varian gen yang disebut RS1 dapat mengubah fungsi gen sehingga menyebabkan bobot lahir bayi lebih tinggi.

"Gen memang memiliki pengaruh yang besar pada bobot lahir dengan bertindak sebagai penekan pertumbuhan. Kami menemukan varian genetik PHLDA2 yang diturunkan dari ibu dapat menyebabkan bayi terlahir 93 gram lebih berat di atas rata-rata. Bahkan bobotnya bisa mencapai 155 gram lebih besar di atas rata-rata jika diwariskan oleh nenek dari pihak ibu," kata Prof Moore seperti dilansir BBC News, Jumat (23/3/2012).

Variasi gen RS1 ini ditemukan pada sekitar 13% individu yang diteliti. Sedangkan variasi gen S2 sebanyak 87%. Variasi gen RS2 lebih umum ditemui dan variasi ini hanya ditemukan pada manusia. Adanya variasi gen RS1 dan RS2 ini membuat bayi terlahir lebih kecil.

Peneliti menduga, mekanisme ini merupakan efek perlindungan untuk meningkatkan kelangsungan hidup ibu saat melahirkan bayi. Artinya, berat lahir yang tidak terlalu berat akan memastikan ibu selamat saat melahirkan.

"Meskipun penelitian ini hanya melihat bobot lahir bayi, ada kemungkinan bahwa varian genetik ini memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kondisi kesehatan. Pengaruh kesehatan tersebut sebagian disebabkan pengaruh bobot lahir dan sebagian lagi disebabkan faktor genetik," kata Dr Caroline Relton dari Newcastle University.

Bayi baru lahir umumnya memiliki bobot rata-rata 3500 gram dengan panjang badan 48 - 51 cm dan lingkar kepala rata-rata 35 cm. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh gen dari Ayah terhadap bobot lahir bayi hampir tidak ada sama sekali.

"Gen dari Ayah kurang terlibat dalam evolusi. Mungkin karena kelangsungan hidup sang Ayah sendiri tidak dipertaruhkan dan dapat terus bereproduksi dengan perempuan lain," kata Profesor Moore. - Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu.
13.06 | 1 komentar | Baca selengkapnya