Ftalat Bisa Menyebabkan Diabetes Mellitus

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Rabu, 18 April 2012 | 07.47

Home » Penyakit » Ftalat Bisa Menyebabkan Diabetes Mellitus

Ftalat Bisa Menyebabkan Diabetes Mellitus
Aroma Parfum
Artikel Informasi Kesehatan Ftalat Bisa Menyebabkan Diabetes Mellitus - Makanan olahan yang kaya kalori dan gula diketahui dapat memicu diabetes. Namun diabetes ternyata bukan disebabkan karena kelebihan kalori saja. Ilmuwan menemukan bahan kimia yang banyak digunakan dalam parfum, lilin dan produk lainnya berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan jurnal Diabetes Care, para peneliti menemukan hubungan antara diabetes dengan bahan kimia yang umum digunakan dalam pewangi buatan, lilin dan plastik untuk menyimpan makanan. Bahan kimia yang disebut 'ftalat' ini diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit berbahaya lainnya seperti autisme, kelebihan berat badan, infertilitas dan beberapa jenis kanker.

Ftalat bisa menyebabkan diabetes mellitus. Penelitian menemukan, sedikit saja peningkatan kadar ftalat sudah bisa meningkatkan risiko diabetes 2 kali lipat. Karena diabetes adalah penyakit hormonal, ftalat yang dapat mengganggu hormon tampaknya mengganggu produksi hormon peserta penelitian.

"Meskipun masih perlu dikonfirmasi oleh penelitian yang lebih besar, temuan kami mendukung hipotesis bahwa bahan kimia dari lingkungan dapat memicu diabetes," kata Monica Lind, profesor kedokteran lingkungan di departemen Kedokteran Kerja dan Lingkungan Universitas Uppsala seperti dilansir Rodale.com, Selasa (17/4/2012).

Dalam pemeriksaan fisik, peserta dites kadar gula darah dan kadar insulinnya saat puasa. Sampel darah kemudian dianalisis untuk mengetahui kandungan racun dari lingkungan, termasuk ftalat. Diabetes ditemukan banyak dialami peserta yang mengalami kelebihan berat badan dan memiliki lemak darah yang tinggi.

Tapi, para peneliti juga menemukan hubungan antara kadar ftalat dalam darah dengan peningkatan risiko diabetes, bahkan setelah menghitung risiko lain seperti obesitas, lemak darah, merokok, dan kebiasaan olahraga.

Individu yang darahnya banyak mengandung ftalat memiliki risiko terserang diabetes 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tingkat ftalatnya rendah. Peneliti juga menemukan bahwa jenis ftalat tertentu berkaitan dengan gangguan produksi insulin di pankreas.

"Untuk mengetahui apakah ftalat benar-benar merupakan faktor risiko diabetes, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan hubungan serupa. Penelitian eksperimental pada hewan dan sel juga diperlukan untuk mengetahui mekanisme apa yang dapat mendasari hubungan ini," kata Monica Lind.

Banyak orang menghirup dan terkontaminasi ftalat dalam kehidupan sehari-hari lewat bahan dalam plastik, parfum dan produk kosmetik. Ftalat banyak ditambahkan dalam banyak produk, mulai dari parfum, sabun, shampo, deodoran dan hairspray.

Ftalat biasanya tidak dicantumkan pada label kemasan produk karena zat kimia yang ditambahkan di bawah jumlah yang ditetapkan bisa disebut dengan pewangi atau aroma. Istilah ini dapat memuat 7.000 bahan kimia atau lebih - Ftalat Bisa Menyebabkan Diabetes Mellitus.

Artikel Terkait