Untuk Bayi Sayur Dulu Baru Daging

Artikel Informasi Kesehatan Oleh Kesehatan Ibu dan Anak on Selasa, 03 April 2012 | 14.50

Home » Anak , Gizi Nutrisi » Untuk Bayi Sayur Dulu Baru Daging

Untuk Bayi Sayur Dulu Baru Daging
Makanan Untuk Bayi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Untuk Bayi Sayur Dulu Baru Daging - Orangtua seringkali bingung ketika memperkenalkan makanan padat kepada bayinya. Apakah sebaiknya memberikan daging dulu sebelum sayuran, atau justru sebaliknya. Beberapa ahli menyarankan untuk memberi sayur terlebih dahulu agar bayi terbiasa banyak memakan sayuran sedari kecil.

Awalnya, para ahli menyarankan agar anak-anak dikenalkan dengan makanan padat ketika menginjak usia 4 bulan. Namun rekomendasi itu diubah menjadi usia 6 bulan beberapa tahun yang lalu. Alasannya, dengan menunda bayi untuk mengenal makanan padat, resiko untuk mengalami alergi dan obesitas dapat diturunkan.

Namun dalam hal urutan makanan apa yang sebaiknya lebih dulu dikenalkan, penelitian yang mempelajari hal ini masih sedikit. Belum ada kesepakatan di antara ahli nutrisi bayi mengenai makanan apa yang sebaiknya diberikan lebih dulu kepada bayi.

Frank Greer, ketua komite nutrisi dari American Academy of Pediatrics, memiliki pendapat yang menarik tentang topik ini. Penelitiannya menunjukkan bahwa makalah yang menerbitkan isu tentang topik ini memang masih sedikit. Namun, tradisi lebih dulu menganjurkan urutan makanan yang sebaiknya diperkenalkan lebih dulu kepada bayi.

Secara tradisional, kebanyakan orangtua memilih untuk memperkenalkan sayuran terlebih dahulu sebelum memberikan daging. Pola makan nabati menjadi makin populer dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa ahli juga menyarankan orangtua agar tidak terburu-buru mengenalkan daging merah kepada bayi. Daging memang merupakan sumber zat besi yang baik, tetapi bukan satu-satunya sumber.

"Beberapa orangtua juga prihatin apabila memberi makan bayinya dengan daging dari hewan yang tidak diberi makan secara organik. Beberapa orangtua yang cerdas juga memutuskan untuk memberikan bayinya dengan makanan buatan sendiri. Dengan cara itu, orangtua tahu bahan-bahan apa yang ada di dalamnya dan dapat mengontrol kualitas daging dan sayuran," kata Dr Peter Nieman, dokter anak di Alberta Children’s Hospital di Kanada yang menjabat sebagai presiden Section of Community Pediatricians for the Canadian Pediatric Society seperti dilansir The Globe and The Mail, Jumat (16/3/2012).

Dr Nieman juga menyarankan orangtua untuk memastikan sayuran sudah dicacah dalam bentuk sup atau bubur untuk mencegah bahaya tersedak. Sayuran berwarna terang akan lebih baik, misalnya jeruk, wortel, juga sayuran berwarna kuning atau hijau yang kaya antioksidan dan fitonutrien.

Untuk bayi sayur dulu baru daging, jika hendak memberikan daging, potonglah kecil-kecil untuk menghindari tersedak. Memotong daging seukuran uang receh berbahaya karena dapat tersangkut di dalam trakea. Semakin sedikit memberikan daging olahan akan semakin baik untuk membatasi asupan kimia dan kandungan sodium. Memberikan daging tiga kali seminggu sudah cukup banyak untuk bayi - Untuk Bayi Sayur Dulu Baru Daging.

Artikel Terkait